hitungin.id

Uangmu, pelan-pelan — enam cerita, lima tahap soal uang

Sampul buku Uangmu, pelan-pelan. Rina, Budi, Sari, Maya, dan John berjalan menaiki jalan berliku, ditemani maskot Hitin yang membawa peta.

🔒 Aman. Jawabanmu tidak dikirim ke mana-mana. Semuanya tetap di HP kamu sendiri.

Kenalan dulu

Enam cerita, lima tahap.

Mereka bukan orang hebat. Cuma orang biasa dengan masalah uang yang berbeda-beda. Cari yang paling mirip sama kamu.

Perjalananmu

Mulai dari yang paling dekat.

Ini bukan nilai rapor. Cuma penanda: mana yang sebaiknya dibereskan lebih dulu.

Cek dulu, kamu di bab mana?

Empat pertanyaan. Jawabannya tidak disimpan ke mana pun.

Kamu pernah mencatat pengeluaran?

Kalau semua cicilan dijumlah, apakah lebih dari sepertiga gaji?

Kalau besok berhenti kerja, tabunganmu cukup untuk 6 bulan?

Kamu sudah punya tabungan atau investasi untuk masa tua?

Jawab keempatnya. Nanti penanda emasnya pindah ke bab yang paling cocok buat kamu.
Bab satu

Uangmu pergi ke mana?

Rina, 24 tahunAdmin. Gaji Rp5 juta. Tiap akhir bulan bingung uangnya habis ke mana.
“Saya tahu gaji saya berapa. Saya tidak tahu uangnya ke mana.”Rina, 24

Rina bukan orang boros. Dia cuma belum pernah lihat uangnya keluar ke mana saja.

Kamu belum perlu hemat. Yang perlu sekarang cuma satu: lihat dulu kenyataannya.

Catat satu pengeluaran hari ini. Beli kopi Rp18 ribu — tulis. Bayar parkir Rp5 ribu — tulis. Tidak usah nunggu tanggal 1.

Dua minggu saja biasanya sudah kelihatan satu kebiasaan yang bikin kaget. Biasanya bukan yang besar, tapi yang kecil dan sering.

Yang sering salah

Banyak orang mulai dengan bikin anggaran. Itu kebalik. Bikin anggaran sebelum tahu kebiasaan belanja sendiri hampir pasti meleset di bulan pertama — lalu orangnya merasa gagal dan berhenti.

▤
Lihat kondisi keuangan RinaContoh interaktif · data terpisah dari datamu
›

Alat untuk bab ini

+
Catat DuluSatu pengeluaran hari ini sudah cukup
›
Bab dua

Cicilan yang menumpuk

Budi, 31 tahunSales. Gaji Rp8 juta, cicilan Rp3,8 juta dari empat tempat berbeda.
“Setiap gajian rasanya cuma numpang lewat.”Budi, 31

Waktu diambil satu-satu, semua cicilan Budi kelihatan ringan. Motor Rp900 ribu. HP Rp450 ribu. Paylater Rp650 ribu. Pinjaman tunai Rp1,8 juta.

Yang berat itu totalnya. Dan Budi tidak pernah menjumlahkannya sekaligus.

Cara menghitungnya

Jumlahkan semua yang harus kamu bayar tiap bulan. Lalu bagi dengan gaji yang benar-benar masuk ke rekeningmu.

Punya Budi: Rp3,8 juta dibagi Rp8 juta = 47%. Artinya hampir separuh gajinya sudah habis sebelum dipakai hidup.

Patokan bab ini

Jangan lewat 35%

Hitung semuanyaRumah, motor, mobil, pinjaman tunai, kartu kredit, paylater. Semua dijumlah.

Kalau lewat 35%, satu kejadian tak terduga saja — motor mogok, anak sakit — sudah cukup bikin pembayaran meleset.

Angka 35% biasa dipakai bank di Indonesia untuk menilai kemampuan bayar. Ini bukan aturan resmi OJK, dan tiap bank bisa pakai angka berbeda.
Hati-hati kalimat “bunga 1% per bulan”

Itu bukan 12% setahun. Kalau pakai hitungan flat, pokok utangmu dianggap tidak pernah berkurang. Bunga sebenarnya bisa hampir dua kali lipat dari yang tertulis. Ini yang bikin banyak pinjaman terasa jauh lebih berat dari perkiraan.

▤
Lihat kondisi keuangan BudiContoh interaktif · data terpisah dari datamu
›

Alat untuk bab ini

↘
Rapikan UtangSusun mana yang dilunasi duluan
›
Bab tiga

Simpanan buat jaga-jaga

Sari, 28 tahunGuru SD. Cicilan sudah lunas, sudah bisa nabung — tapi simpanannya masih tipis.
“Cicilan sudah aman. Tapi kalau ada apa-apa, saya belum siap.”Sari, 28

Ini bab yang paling sering dilewati orang. Begitu cicilan beres, banyak yang langsung pengin investasi — karena itu yang kedengarannya menarik.

Padahal kalau belum punya simpanan cadangan, satu masalah kecil saja bisa bikin kamu berutang lagi. Balik ke bab dua.

Simpanan jaga-jaga itu apa?

Uang yang kamu simpan khusus buat keadaan darurat. Kena PHK, masuk rumah sakit, motor rusak, atap bocor.

Bukan buat liburan, bukan buat beli HP baru. Kalau dipakai buat itu, namanya bukan simpanan darurat.

Berapa banyak?

Ukurannya bukan jumlah rupiah, tapi berapa bulan kamu bisa hidup tanpa penghasilan.

Hitung dulu pengeluaran wajib sebulan — yang tetap harus keluar walau kamu di rumah saja. Makan, listrik, air, sewa, transport, sekolah anak.

Target

Kumpulkan bulan demi bulan

123456

Tiga bulan dulu sebagai awal. Enam bulan atau lebih kalau penghasilanmu naik-turun, atau kamu punya tanggungan.

Simpan di mana

Simpanan darurat bukan investasi. Tujuannya bisa diambil cepat tanpa rugi, bukan buat untung. Kalau ditaruh di tempat yang nilainya bisa turun, kamu bisa terpaksa mencairkannya waktu sedang rugi — tepat waktu kamu paling butuh.

Sambil itu, atur pembagian gajinya

Cara membagi gaji

50 / 30 / 20

50%30%20%
Wajibmakan, listrik, cicilanBolehjajan, nonton, hobiSimpantabungan & target

Yang menentukan bukan nama barangnya, tapi buat apa. Cicilan rumah masuk kelompok wajib. Cicilan HP terbaru masuk kelompok boleh.

Cara bagi ini dari Elizabeth Warren (Amerika, 2005). Sifatnya panduan, bukan aturan. Biaya hidup di kota besar Indonesia sering bikin bagian “wajib” lebih dari 50% — dan itu belum tentu salah.
▤
Lihat kondisi keuangan SariContoh interaktif · data terpisah dari datamu
›
▦
Dana DaruratHitung target sesuai keadaanmu
›
Bab empat

Kasih tujuan buat sisa uang

Maya, 35 tahunPunya katering. Utang bersih, simpanan penuh. Sisa Rp4 juta tiap bulan.
“Semuanya sudah rapi. Sekarang uang lebihnya mau diapakan?”Maya, 35

Sisa uang yang tidak punya tujuan punya kebiasaan buruk: dia habis sendiri.

Penghasilan naik sedikit, belanja ikut naik sedikit. Setahun kemudian saldonya segitu-segitu saja. Maya sudah mengalami ini tiga tahun berturut-turut.

Jadi sebelum mikirin untung, tentukan dulu: uang ini buat apa? Renovasi dapur? Sekolah anak? Ganti mobil? Kasih nama, kasih target, kasih tanggal.

▤
Lihat kondisi keuangan MayaContoh interaktif · data terpisah dari datamu
›

Kalau tujuannya beli kendaraan

Patokan

20 / 4 / 10

20%uang muka minimal
4 tahuncicilan paling lama
10%dari gaji, buat semua biaya

Angka ketiga yang paling sering dilupakan. Sepuluh persen itu bukan cicilan doang — sudah termasuk bensin, servis, pajak, asuransi, dan parkir. Cicilan yang tadinya terasa ringan bisa jadi berat setelah semuanya dijumlah.

Patokan ini dari panduan konsumen Amerika. Aturan uang muka kendaraan di Indonesia diatur OJK dan pernah beberapa kali dilonggarkan — cek aturan terbaru sebelum menganggap 20% sebagai kewajiban.
Dimas & Rani, 30 & 29 tahunGaji gabungan Rp20 juta. Sisa Rp7 juta tiap bulan. Ingin mobil Rp250 juta.

Mereka merasa mampu. Bank juga bilang mampu. Tapi begitu dihitung pakai aturan di atas, jawabannya tidak.

Hitungan Dimas & Rani

Kenapa belum lolos

Batas semua biaya transport
10% dari Rp20 juta
Rp2 jt
Bensin, servis, pajak, parkir
sudah makan duluan
Rp1,2 jt
Sisa untuk cicilanRp800 rb

Mobil Rp250 juta dengan uang muka 20% dan tenor 4 tahun cicilannya Rp4,8 juta per bulan. Enam kali lipat dari ruang yang tersedia.

Yang sebenarnya dikatakan angka itu

Angkanya tidak bilang kamu tidak boleh punya mobil. Angkanya bilang: jangan dicicil. Mereka sudah punya dana mobil Rp35 juta. Kalau menambah Rp4 juta per bulan selama dua tahun, dana itu bertambah Rp96 juta menjadi sekitar Rp131 juta — jauh lebih masuk akal untuk mencari mobil bekas tunai tanpa menyentuh dana darurat. Setelah itu mereka tinggal menguji biaya jalan bulanannya.

▤
Lihat kondisi keuangan Dimas & RaniContoh interaktif · data terpisah dari datamu
›
Satu rumus yang gampang diingat

72 dibagi bunga = berapa tahun uangmu jadi dua kali lipat.

Untung 6% setahun? 72 ÷ 6 = 12 tahun. Ini juga berlaku terbalik: utang berbunga 24% setahun akan jadi dua kali lipat dalam 3 tahun.

Ingat

Aturan yang kamu jalankan setengah-setengah selama dua tahun jauh lebih berguna daripada aturan sempurna yang kamu tinggalkan setelah tiga minggu.

Alat untuk bab ini

◎
RencanaKuKasih nama dan target buat tiap tujuan
›
⛁
Kredit KendaraanUji angkamu sendiri sebelum memutuskan
›
Bab lima

Satukan aset, siapkan masa tua

John, 45 tahunKaryawan. Gaji Rp18 juta. Aset finansial Rp650 juta, rumah Rp1,4 M, sisa KPR Rp400 juta.
“Aset saya ada di mana-mana. Kalau disatukan, sebenarnya saya sudah sampai mana — dan cukup nggak buat pensiun?”John, 45

John punya masalah yang berbeda dari lima cerita sebelumnya: uangnya ada, tetapi tersebar. Kalau tiap rekening dan investasi dilihat sendiri-sendiri, sulit tahu posisi sebenarnya.

Satukan dulu semuanya

Aset & utang John

Kekayaan bersih Rp1,65 M

Rekening + deposito + obligasi + sahamRp650 jt
Perkiraan nilai rumahRp1,4 M
Sisa KPR−Rp400 jt

Total aset Rp2,05 miliar dikurangi utang Rp400 juta = Rp1,65 miliar. Setelah gambaran ini kelihatan, barulah pertanyaan pensiun John bisa dihitung dengan masuk akal.

Di tahap ini yang dicari bukan lagi untung sebesar-besarnya. Yang penting: uangnya masih ada waktu dibutuhkan.

Cara paling sederhana membaginya

Pisahkan uangmu berdasarkan kapan mau dipakai. Uang yang dipakai tahun depan tidak boleh diperlakukan sama dengan uang yang baru dipakai 15 tahun lagi.

Bagi berdasarkan waktunya

Kapan uangnya dipakai?

Kurang dari 3 tahunTaruh di tempat yang gampang dicairkan dan nilainya tidak naik-turun. Contohnya tabungan atau deposito.
3 sampai 7 tahunCampur. Sebagian aman, sebagian yang bisa tumbuh.
Lebih dari 7 tahunBoleh lebih banyak di yang bisa tumbuh — tapi jangan taruh semuanya di satu tempat.

Yang menentukan bukan cuma umur, tapi kapan uangnya dibutuhkan dan seberapa siap kamu kalau nilainya turun sementara. Periksa lagi setahun sekali.

Ini cara berpikir umum, bukan saran investasi untuk keadaanmu secara pribadi dan bukan rekomendasi produk tertentu.

Berapa yang perlu dikumpulkan?

Ada perkiraan kasar yang gampang: pengeluaran sebulan dikali 300.

Contoh hitungan John

Perkiraan kasar

Butuh Rp10 juta per bulan
dikali 300
Rp3 M
Tahun pertama ambil 4%
dari Rp3 miliar
Rp120 jt

Rp120 juta setahun berarti sekitar Rp10 juta sebulan. Tapi ini baru hitungan kasar — belum menghitung harga-harga yang terus naik, biaya, dan pajak.

John sudah sampai mana?

Jarak ke target

Hampir, tapi harus sengaja

Aset finansial Rp650 juta
jika diarahkan untuk pensiun dan tumbuh 15 tahun
Rp1,79 M
Target Rp3 M
masih kurang
Rp1,21 M
Perlu menabung
tiap bulan selama 15 tahun
Rp3,8 jt

Dari gaji Rp18 juta, setelah cicilan rumah Rp4,8 juta dan setoran Rp3,8 juta, tersisa sekitar Rp9,4 juta untuk hidup. Muat — tapi tidak ada ruang untuk menunda.

Perhitungan memakai asumsi imbal hasil 7% per tahun. Kalau hasilnya lebih rendah, setoran bulanan yang dibutuhkan naik. Coba beberapa angka, jangan bergantung pada satu.
▤
Lihat kondisi keuangan JohnContoh interaktif · data terpisah dari datamu
›
Ini patokan, bukan janji

Angka 4% berasal dari sejarah pasar Amerika. Ada penelitian (Wade Pfau) yang menemukan angka itu cuma aman di 4 dari 17 negara maju yang diuji. Belum ada penelitian sejenis khusus Indonesia. Jadi coba juga hitung pakai 3% dan 3,5% — supaya rencanamu tidak bergantung pada satu angka saja.

Alat untuk bab ini

▤
Aset & UtangSatukan posisi John sebelum menghitung tujuan
›
∞
Angka Bebas FinansialCoba hitung pakai 3%, 3,5%, dan 4%
›